
Sukabumi – UPTD Puskesmas Selabatu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui inovasi SILABU (Skrining ILP Laboratorium Rabu). Inovasi ini hadir sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP), khususnya pelayanan pada Klaster 3 yang mencakup kelompok usia dewasa dan lanjut usia.
SILABU dilaksanakan secara khusus setiap hari Rabu dengan mengintegrasikan berbagai tahapan skrining dalam satu rangkaian pelayanan. Melalui inovasi ini, masyarakat yang memiliki faktor risiko atau indikasi tertentu dapat memperoleh pemeriksaan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.
Pelaksanaan SILABU dimulai dari proses pendaftaran dan pengelompokan pasien sesuai klaster. Selanjutnya, pasien menjalani kajian awal yang meliputi anamnesis singkat serta pengukuran kondisi dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah.
Setelah kajian awal, dokter melakukan pemeriksaan dan menentukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan berdasarkan kondisi serta faktor risiko masing-masing pasien. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam pelayanan SILABU antara lain Gula Darah Sewaktu (GDS), profil lipid, pemeriksaan darah lengkap termasuk MCV dan MCH, pemeriksaan EKG, serta skrining kanker serviks melalui IVA atau HPV DNA sesuai sasaran dan indikasi.
Melalui pemeriksaan GDS, SILABU diharapkan dapat membantu menemukan risiko maupun kasus diabetes melitus secara lebih dini. Pemeriksaan profil lipid dan EKG menjadi bagian dari upaya penilaian risiko penyakit jantung dan stroke sesuai indikasi medis. Sementara itu, pemeriksaan darah lengkap dengan perhatian pada nilai MCV dan MCH mendukung deteksi awal pembawa sifat talasemia.
Bagi perempuan usia 30–50 tahun yang sudah pernah menikah, SILABU juga mendukung upaya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA atau HPV DNA sesuai ketentuan pelayanan.
Salah satu keunggulan SILABU adalah hasil pemeriksaan yang tersedia dapat dievaluasi oleh dokter pada hari yang sama. Pasien dengan hasil skrining normal mendapatkan edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, sedangkan pasien yang ditemukan memiliki hasil abnormal dapat segera memperoleh tata laksana, konseling lanjutan, atau rujukan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan SILABU melibatkan kolaborasi berbagai profesi dan unit pelayanan, mulai dari petugas pendaftaran, petugas kajian awal, dokter, petugas laboratorium, perawat, hingga petugas KIA. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan skrining yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Seluruh hasil pelayanan kemudian didokumentasikan melalui rekam medis elektronik (e-RM) dan skrining ILP pasien di EPUS. Pencatatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari dokumentasi pelayanan, tetapi juga mendukung proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan inovasi.
Monitoring SILABU dilaksanakan secara berkala. Penanggung jawab Klaster 3 bersama tim laboratorium dan KIA melakukan evaluasi setiap bulan melalui kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk mengetahui capaian pelayanan, mengidentifikasi kendala, serta menentukan langkah perbaikan dan pengembangan inovasi.
Melalui SILABU, UPTD Puskesmas Selabatu berharap cakupan skrining masyarakat dapat semakin meningkat sehingga berbagai faktor risiko penyakit dapat ditemukan lebih awal. Deteksi dini menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh penanganan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Kehadiran SILABU juga menjadi wujud komitmen UPTD Puskesmas Selabatu dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang semakin preventif, terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat “Rabu untuk Skrining, Deteksi Dini untuk Hidup Lebih Sehat”, SILABU diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Selabatu.